Virus Hati

08:18
Hmmm malam begitu sepi ditemani dengan segelas kopi, walau udara begitu dingin tapi temanku bisa menghangatkanku. Tapi sayang hati ini yang sepi, mungkin obatnya hanya kamu. Tapi apa daya bila dia tak bisa menemaniku, aku tak bisa memaksanya. Hanya bisa berharap dan menunggu mungkin itu adalah hobiku, hobi yang penuh dengan arti. Sakit karena berharap dan menunggu itu tak apa, tapi bila tak berharap mungkin saya bodoh. Membiarkan hal itu terjadi.
Matahari meninggi, aku pun mulai terlihat karena aku cerminanmu yang tak sempurna. Tapi setelah malam tiba, aku hilang ditelan kegelapan. Disaat-saat inilah aku butuh lentera untuk bisa menunjukkan bahwa aku masih berada disampingmu, tapi terkadang lentera tak begitu lama bertahan karena hanya cahaya sementara. Tapi aku tak menghiraukan, karena yang aku harapkan yaitu lentera api yang selalu menerangi hati disetiap kesepianmu. Aku berharap akulah lentera api yang berada dihatimu, ingat aku ingin selalu bisa menemanimu walau raga tak terlihat. Semoga kamu bisa merasakan kehadiranku dihati yang kamu miliki.
Mimpi indahlah bidadariku, semoga virus yang kamu berikan padaku bisa aku pertahankan dan selalu dijaga. Dan aku pun berharap sebaliknya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »