Berbohong Yang Diperbolehkan Dalam Hadist Rasulullah

18:22


Bohong adalah lawan kata dari jujur (mengungkapkan kebenaran apa adanya tanpa ditutup-tutupi). Bohong berarti sebuah ungkapan untuk mebertambah-bertambahkan, menambah-nambah atau mengurang-ngurangi sebuah peristiwa yang sebenarnya terjadi. Sejatinya, bohong merupakan sebuah kemaksiatan. Artinya berbohong merupakan salah satu perbuatan yang dilarang agama (islam) dan bagi yang melakukannya mendapat berdosa. Dalam cerita anak-anak, dikisahkan kalo hidung pinokio memanjang jika ketahuan bohong. Hehe.. ini hanyalah kisah simbolik kalo bohong perbuatan yang tercela yang pasti ketahuan dan malu dikemudian hari. Namun ada saat-saat tertentu, berbohong pun ternyata diperbolehkan loh. ini seperti yang tertuang dalam hadist rasulullah. rasulullah bersabda bahwa ada tiga jenis bohong yang diperbolehkan, malah menjabat wajar dalam situasi dan kondisj tertentu.

Berikut ini tiga jenis bohong yang diperbolehkan dalam islam berdasarkan hadist Rasulullah :

1. berohong dalam rangka mendamaikan saudaranya


Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits ummu kultsum radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya ia berkata, “saya telah mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “taklah dikatberencana pendusta orang yang mendamaikan manusia (yang berseteru), melainkan apa yang dikata kan adalah kebaikan”. (muttafaq ‘alaih)

Bohong yang direncanakan oleh seseorang dalam rangka mendamaikan dua orang saudaranya yang sedang bermusuhan. Nah, ini kelihatan banget kan? mungkin ada diantara kita menyandang dua orang temen yang saling bermusuhan, dan tanpa sengaja dua orang tertera bercerita (curhat) kepada kita masing-masing dari mereka menjelek-jelekkan yang lain. Nah, dalam hal ini kita boleh tuh berbohong bersama-sama kalo yang mereka omongin tuh gak bener. Kita bisa berbohong pada masing-masing dari mereka bersama-sama menceritakan kebaikan-kebaikan mereka pada masing-masing teman yang musuhan tadi. hingga akhirnya, mereka berdua pun berdamai.

2. Berbohong dalam keadaan perang/mara bahaya

ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membonceng abu bakar radhiyallahu ‘anhu di atas kendaraan beliau, maka jika ada seseorang yang bertanya kepada abu bakar radhiyallahu ‘anhu tentang rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di tengah perjalanan, beliau mengatberencana, “ini adalah seorang penunjuk jalanku”. maka orang yang bertanya tertera mengira bahwa jalan yang dimaksud adalah makna haqiqi, padahal yang dimaksud oleh abu bakar radhiyallahu ‘anhu adalah jalan kebaikan (sabîlul khair)”. semata-mata demi kemaslahatan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari ancmakmur musuh-musuh beliau.” (hr. al-bukhari)


Bohong untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang terancam.  Misalkan ada seseorang (sebut saja Syafwa) hendak dibunuh oleh orang lain. Padahal kita tahu, orang tertera tak bersalah apa-apa. si Syafwa meminta perlindungan kepada kita agar dirinya diselagitkan. dan kita pun akhirnya mau menyembunyikannya. Setelah itu, datanglah orang yang bermaksud membunuh si Syafwa kepada kita. tujuannya bertanya kepada kita untuk mencari keberadaan si Syafwa maka pada saat ini, kita boleh berbohong demi kebaikan agar nyawa si Syafwa terselamatkan.

3. Berbohong dalam rangka menyenangkan istri

Berkata ummu kultsum radhiyallahu ‘anha, “saya tak pernah mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan keringanan (rukhshah pada apa yang diucapkan oleh manusia (berdusta) kecuali dalam tiga perkara, yakni: perang, mendamaikan perseteruan/perseldayaseraphan di antara manusia, dan ucapan suami kepada istrinya, atau sebaliknya”.


Bohong suami untuk menyenangkan istrinya atau bohong istri untuk menyenangkan suaminya. hoho… jangan diartikan macem-macem dulu. contohnya gini yaa : seorang suami yang membelikan hadiah sebuah baju untuk istri tercintanya karena sang suami gak terlalu tahu mode pakaian yang lagi ngetren (fashionable), maka sang suami membeli baju yang sangat kurang enak dipandang. Modelnya sudah kuno ditambah lagi warnanya ngejreng bangeet. Namun sang suami bermaksud menyenangkan istrinya bersama-sama menganjurkan hadiah buat sang istri tercinta. Nah, meskipun tahu kalo baju pemberiannya sangat jelek, namun istri yang bijak berencana menerima bersama-sama sedap hati. Dalam hal ini, istri boleh berbohong bahwa pemberian sang suami adalah pemberian jempolan yang pernah ia dapatkan. Tujuannya tak lain adalah agar suami merasa sedap karena pemberiannya diterima bersama-sama baik.

 atau ketika istri bertanya demikian kepada suaminya.

"bii, ummi cantik nggak?", tanya seorang istri kepada suaminya.

"cantiiik banget. ummi adalah wanita tercantiiikkk." bereaksi suaminya.
istri pun tambah cinta kepada suaminya.

kalo bereaksi jujur? coba aja sendiri, resiko juga tanggung sendiri....

Jadi kita harus bisa membedakan bohong yang baik dan yang salah. Janganlah jadi orang yang berbohong kepada orang lain atau temannya sendiri, karena bila sesuatu omongan kamu bohong tapi orang yang kamu bohongi mengetahui kamu bohong kepadanya itu sangat menyakitkan dan kamu akan dianggap orang yang ga baik.

demikian artikel ini saya paparkan tentang bohong yang diperbolehkan dalam islam berdasarkan hadist rasulullah

Artikel Terkait

Previous
Next Post »