Menyimak untuk mengidentifikasi Sumber Informasi dan Mencatatnya

07:15

    Istilah mendengarkan dalam hal ini berbeda dengan mendengar. Perbedaannya yaitu mendengarkan adalah kegiatan sengaja dilakukan, sedangkan mendengar adalah kegiatan yang tidak disengaja. Contoh ilustrasi : pada saat Anda sedang berada dikelas mengikuti kegiatan belajar, Anda tentu mendengarkan penjelasan dari guru. Pada saat itu juga Anda     juga mendengar suara-suara lain, seperti : suara kendaraan sepeda motor atau mobil.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan atau dipersiapkan agar kegiatan mendengar dapat memperoleh informasi yang banyak dan akurat. Hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
  1.   Kondisi tubuh dan perasaan stabil atau dalam keadaan baik-baik saja,
  2.   Konsentrasi terpusat pada berita/informasi yang didengarkan,
  3.  Suasana harus dalam keadaan tenang,
  4.  Memperhatikan bagian-bagian penting dari informasi, yang mencakup pentanyaan apa, siapa, mengapa, bagaimana, dimana, dan kapan,
  5.  Menyiapkan alat tulis yang diperlukan,
  6. Mencatat bagian-bagian penting.

Pokok-pokok informasi itu tentu saja berkenaan dengan hal-hal, sebagai berikut :
  1.  Apa peristiwa atau kejadiannya,
  2. Berkenaan dengan siapa,
  3.  Dimana terjadinya
  4.  Kapan terjadinya,
  5. Bagaimana kejadiannya,
  6.  Apa akibatnya atau permasalahan yang ditimbulkan,
  7.  Bagaimana cara menyikapinya.


Secara umum, setiap berita atau informasi mengandung 2 hal, yaitu fakta dan opini. Jadi, Anda harus bisa membedakan fakta dan opini dalam setiap informasi atau berita.
Fakta merupakan apa yang ada, yang dilihat, disaksikan atau dirasakan dan selalu benar . Dan sesuatu yang dilakukan atau sesuatu peristiwa yang terjadi. Sedangkan Opini merupakan pendapat yang gagasannya masih ada dalam pikiran dan peristiwanya belum terjadi. Kata kunci yang mencirikan opini antara lain ditandai dengan penggunaan kata sayangnya, sebaiknya, seharusnya, akan, belum, dan sebagainya.
Coba Anda perhatikan  contoh berikut ini !

                Si Badu emang anak nakal. Si Badu sering berkelahi dengan siapa saja. Kemarin Badu berkelahi dengan Amat. Perkelahian itu bermuL dari olok-olok antara Amat dan Badu, lalu meningkat menjadi perkelahian, dan Badulah yang pertama kali menampar. Tamparan itu segera dibalas Amat. Sampai akhirnya keduanya dilerai oleh teman-temannya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »