Sekolah adalah dimana aku bertemu dengannya, tempat ini juga dimana aku belajar mencari ilmu begitupun belajar bersosialisasi dan bersahabat. Aku sadar aku disekolah ini hany orang yang serba berkecukupan sedangkan orang lain atau temen-temenku serba mampu atau kaya. Jujur aku suka pada wanita yang kaya, padahal diri aku sendiri adalah orang yang miskin. Disitulah aku merasa malu dan sedih bila selalu didekatnya dan mendekatinya pun aku malu karena aku malu aku itu siapa. Aku pertama kali suka pada wanita yang begitu susah aku lupakan, padahal aku sangat peduli tapi di sisi lain aku juga harus sadar.
Waktu begitu cepat berlalu, seiring waktu berjalan aku bercerita kepadanya tentangku dan perasaan ini. Aku pun menangis saat menjlaskannya waktu itu malam aku menjelaskannya, jujur aku disitu mulai putus asa. Aku yang dulu semangat karena dia, sekarang harus putus asa begitu saja meninggalkan semuanya. Tapi malam itu juga aku jelaskan kecemburuan aku, tapi aku disitu disuruh bangkit olehnya. Dia berkata " Bila kamu menginginkanku, sukseslah dulu." Aku pun tidak bisa menjanjikan, yang aku inginkan bisa membuktikannya. Disitu pula aku mulai berpikir dan semangat kembali. Aku dan dia menginginkan kehidupan yang seperti biasanya seperti sahabat. Tapi aku juga siap memendam rasa ini untuk di kemudian hari untuk datang membawa kesusksesan untuk kebahagiaanku dan dia.
created by Isep Sopiandi
EmoticonEmoticon