Ujung Penantian
created : Isep Sopiandi
Suatu
hari tempatnya dimana aku membuat kesalahan hanya satu kata dia, tapi aku sadar
aku begitu banyak kesalahan yang aku perbuat. Aku tidak tau salahku kepada dia,
aku sudah berusaha meminta jawaban kepada tentang kesalahan aku. Namun dia
tidak memberikan jawaban tersebut. Ditulah aku mulai merasa bersalah dan bodoh,
mungkin kesalahanku kepada dia tidak bisa dimaafkan oleh kata-kata. Pada detik
itupun juga aku meminta maaf kepada dia, dengan perasaan bersalah, menyesal,
dan menangis. Hati ini sedih begitupun mata yang tak henti-henti mengeluarkan
air mata. Tapi gimana lagi itu jelas kesalahan aku dan mungkin dia sangat
terluka lebih dari aku.
Aku
mulai mencoba untuk tidak menghubunginya atau kontekan lagi dengan dia, karena
aku tak ingin kehadiranku hanya membuat dia terluka, dan malu. Ohh iyaa aku
adalah seorang pelajar SMK yang sekarang duduk di kelas 11 dan aku sekolah
disekolah terkenal di kota ini. Awalnya aku ragu sekolah disini, karena aku
sadar aku lahir dari keluarga yang serba kekurangan, tapi aku yakin aku bisa
sekolah. Alhamdulillah aku sekarang masih sekolah dan bisa mebeli kebutuhan
sendiri dengan hasil kerjaku. Aku bekerja sebagai penjual barang-barang rumah
tangga seperti sabun, detergen, dan sebagainya. Dan aku harus bisa mengatur waktu
antara belajar dan bekerja. Terkadang aku sangat lelah karena aku pulang
sekolah selalu sore.
Dulu
semenjak aku kelas 10 aku bertemu dengan wanita yang cantik, aku dulu
tergila-gila bahkan dulu aku dijuluki si genit karena aku banyak wanita. Tapi
aku sekarang udah sadar dan aku sekarang memilih satu nama yang ada dihati ini
yaitu Syafwa, dia adalah orang cantik yang dulu aku tergila-gila padanya.
Terkadang aku juga sadar dan malu, akan kedekatan aku dan Syafwa. Soalnya kita
terlahir dari keluarga yang berbeda aku miskin dan dia kaya. Jadi pantaslah aku
harus banyak-banyak ngaca. Tapi tetep yang namanya cinta itu tidak memandang
apa-apa yang dilihatnya Cuma ketulusan dan kejujuran. Dulu wanita itu teramat
sangat cuek, bahkan aku juga harus sabar. Kesabarankupun membuahkan hasil .
Setelah
1 tahun lebih lamanya , aku begitu terpukul melihat dia mengobrol dengan orang
lain yaitu temanku sendiri. Waktu itu aku sangat sedh dan marah, dan situ juga
aku menghampiri mereka dan aku jelaskan kepada syafwa tentang hatiku ini. Dan
setelah itu akupun kembali ke sekolah sambil hati sedikit terluka. Aku ambil
tas dikelas dan berjalan menuju kantin dan duduk dikantin sambil meminum air
mineral dingin. Tak lama kemudian suara hpku berdering
“kringg...kringg...kringgg” akupun melihat syafwa menelpon aku diamkan dulu
sebentar. Aku ragu mengangkat telpon darinya, tapi aku juga penasaran apa yang
dia ingin bicarakan. Aku angkat telponnya, dan aku mendengar rintihan sedih
syafwa yang berusaha memintaku untuk besok bertemu, akupun kaget karena selama
ini aku tak pernah berbicara dengannya.
Esok
pun tiba aku bergegas ke sekolah dan beraktivitas seperti biasanya. Dan bel pun
berbunyi, aku pun janjian bersama syafwa di deket masjid. Karena syafwa ingin
menjelaskan kejadian kemarin kepadaku. Aku dan dia pun berbincang-bincang, dan
aku tau sekarang dia kemarin gitu karena dia Cuma ingin tau siapa orang yang
berani nembak dia padahal dia tidak kenal. Dia pun menjelaskan tentang
perasaannya kepadaku, dan aku pun kaget karena dia bilang suka kepadaku
semenjak dlu tapi dia tidak berani mengatakannya. Dan aku juga menjelaskan
tentang perasaan aku juga. Dan kisah asmara kita pun dimulai, makin hari ke
hari semakin lebih akrab. Tapi sekarang kisah asmara kami sedang ada masalah.
EmoticonEmoticon