Kisah Ujung Penantian

05:10

       Ujung Penantian
  created : Isep Sopiandi



                Suatu hari tempatnya dimana aku membuat kesalahan hanya satu kata dia, tapi aku sadar aku begitu banyak kesalahan yang aku perbuat. Aku tidak tau salahku kepada dia, aku sudah berusaha meminta jawaban kepada tentang kesalahan aku. Namun dia tidak memberikan jawaban tersebut. Ditulah aku mulai merasa bersalah dan bodoh, mungkin kesalahanku kepada dia tidak bisa dimaafkan oleh kata-kata. Pada detik itupun juga aku meminta maaf kepada dia, dengan perasaan bersalah, menyesal, dan menangis. Hati ini sedih begitupun mata yang tak henti-henti mengeluarkan air mata. Tapi gimana lagi itu jelas kesalahan aku dan mungkin dia sangat terluka lebih dari aku.
                Aku mulai mencoba untuk tidak menghubunginya atau kontekan lagi dengan dia, karena aku tak ingin kehadiranku hanya membuat dia terluka, dan malu. Ohh iyaa aku adalah seorang pelajar SMK yang sekarang duduk di kelas 11 dan aku sekolah disekolah terkenal di kota ini. Awalnya aku ragu sekolah disini, karena aku sadar aku lahir dari keluarga yang serba kekurangan, tapi aku yakin aku bisa sekolah. Alhamdulillah aku sekarang masih sekolah dan bisa mebeli kebutuhan sendiri dengan hasil kerjaku. Aku bekerja sebagai penjual barang-barang rumah tangga seperti sabun, detergen, dan sebagainya. Dan aku harus bisa mengatur waktu antara belajar dan bekerja. Terkadang aku sangat lelah karena aku pulang sekolah selalu sore.
                Dulu semenjak aku kelas 10 aku bertemu dengan wanita yang cantik, aku dulu tergila-gila bahkan dulu aku dijuluki si genit karena aku banyak wanita. Tapi aku sekarang udah sadar dan aku sekarang memilih satu nama yang ada dihati ini yaitu Syafwa, dia adalah orang cantik yang dulu aku tergila-gila padanya. Terkadang aku juga sadar dan malu, akan kedekatan aku dan Syafwa. Soalnya kita terlahir dari keluarga yang berbeda aku miskin dan dia kaya. Jadi pantaslah aku harus banyak-banyak ngaca. Tapi tetep yang namanya cinta itu tidak memandang apa-apa yang dilihatnya Cuma ketulusan dan kejujuran. Dulu wanita itu teramat sangat cuek, bahkan aku juga harus sabar. Kesabarankupun membuahkan hasil .
                Setelah 1 tahun lebih lamanya , aku begitu terpukul melihat dia mengobrol dengan orang lain yaitu temanku sendiri. Waktu itu aku sangat sedh dan marah, dan situ juga aku menghampiri mereka dan aku jelaskan kepada syafwa tentang hatiku ini. Dan setelah itu akupun kembali ke sekolah sambil hati sedikit terluka. Aku ambil tas dikelas dan berjalan menuju kantin dan duduk dikantin sambil meminum air mineral dingin. Tak lama kemudian suara hpku berdering “kringg...kringg...kringgg” akupun melihat syafwa menelpon aku diamkan dulu sebentar. Aku ragu mengangkat telpon darinya, tapi aku juga penasaran apa yang dia ingin bicarakan. Aku angkat telponnya, dan aku mendengar rintihan sedih syafwa yang berusaha memintaku untuk besok bertemu, akupun kaget karena selama ini aku tak pernah berbicara dengannya.
                Esok pun tiba aku bergegas ke sekolah dan beraktivitas seperti biasanya. Dan bel pun berbunyi, aku pun janjian bersama syafwa di deket masjid. Karena syafwa ingin menjelaskan kejadian kemarin kepadaku. Aku dan dia pun berbincang-bincang, dan aku tau sekarang dia kemarin gitu karena dia Cuma ingin tau siapa orang yang berani nembak dia padahal dia tidak kenal. Dia pun menjelaskan tentang perasaannya kepadaku, dan aku pun kaget karena dia bilang suka kepadaku semenjak dlu tapi dia tidak berani mengatakannya. Dan aku juga menjelaskan tentang perasaan aku juga. Dan kisah asmara kita pun dimulai, makin hari ke hari semakin lebih akrab. Tapi sekarang kisah asmara kami sedang ada masalah.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »